Monday, August 02, 2010
Film: Rome (TV Series)
Serial TV Rome merupakan salah satu film terbaik yang pernah ada bagi aku. Bahkan beberapa tahun yang lalu aku sempat turut serta dalam petisi online untuk menghadirkan kembali sekuel dari film ini (season 3) yang menurut kabar dibatalkan karena alasan biaya produksi yang cukup mahal.
Tidak jelas apakah petisi tersebut menjadi salah satu alasan bakal diluncurkannya kembali sekuel film seri ini pada tahun 2011 nanti atau tidak, tapi yang pasti, kabar tersebut merupakan suatu hal yang cukup menggembirakan mengingat pihak HBO sudah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak berniat melanjutkan serial tersebut.
Sampai dilakukannya petisi merupakan salah satu bukti betapa film ini mendapat tempat istimewa bagi orang-orang diseluruh penjuru dunia. Bahkan tidak sedikit orang yang mengeluarkan kekecewaan yang mendalam dan semacamnya kepada HBO. Well, hal tersebut lumrah mengingat apa yang disajikan HBO dapat diibaratkan ketika anda memesan setelan jas kepada seorang desainer (atau katakanlah penjahit), tapi beberapa waktu kemudian anda hanya mendapat jasnya saja tanpa celana panjang karena alasan sekarang sedang trend setelan jas cukup hanya dengan jas plus celana dalam (becanda). Intinya: tanggung!
Bagi yang belum pernah menyaksikan, film ini berkisah seputar kehidupan dan fakta sejarah zaman Romawi kuno ditambah beberapa tokoh fiksi (dan cerita fiksi) beserta beberapa dramatisasi disana-sini. Pendalaman karakter yang cukup baik dan nuansa kehidupan Romawi kuno yang cukup bagus (mirip aslinya) membuat orang-orang seperti aku tidak pernah sabar untuk menunggu kelanjutan episode demi episode dalam serial ini.
Karena bukan pengulas film profesional, aku lebih memilih untuk membuat daftar pemain/karakter kesukaanku dalam film ini (diurut dari yang terfavorit):
- Octavius, terbatas pada Octavius remaja yang diperankan oleh Max Pirkis. Menurutku karakter Octavius ini lebih ke arah gabungan Melankolis dan Koleris. Dia suka membaca pikiran orang-orang disekitarnya. Dan kebanyakan tebakannya benar. Misalnya, ketika kakaknya - Octavia bersedia, maaf, untuk "tidur" dengannya, Octavius tahu sikap kakaknya yang aneh itu hanya demi untuk mengetahui rahasia apa gerangan antara Octavius dan Julius Caesar (ibu mereka - Atia curiga kalau Octavius merupakan kekasih gelap Julius Caesar. Dan ini tidak benar adanya). Ketika Octavius menebak apa tujuan sebenarnya dari Octavia, Octavia pun menangis karena sudah jatuh (incest), tertimpa tangga pula (Octavius sebenarnya tahu apa tujuan Octavia dan usaha itu sia-sia karena sebenarnya Octavius bukan kekasih gelap Julius Caesar). Pada beberapa kesempatan, Julius Caesar sering meminta pendapat Octavius dalam menghadapi situasi politik di Roma. Demi mengetahui kualitas Octavius, Julius Caesar mengangkat Octavius sebagai anak angkatnya (sebelumnya hanya merupakan keponakan) sehingga secara tidak langsung dia diproyeksikan sebagai pemimpin Roma masa depan.
- Titus Pullo, seorang gabungan plegmatis dan sanguinis. Meskipun punya kehidupan dan sikap yang lumayan berantakan, Pullo merupakan sahabat sejati yang tidak ada duanya bagi Octavius maupun Vorenus. Ada saat dimana ketika Pullo diberhentikan menjadi prajurit Roma, dia harus bekerja sebagai pembunuh bayaran. Kerjaan barunya tersebut berdampak pada sebuah hukuman mati karena ketahuan membunuh seorang politisi Roma (kalau tidak salah ingat). Mengetahui sifat Vorenus yang idealis dan patuh pada hukum, dia tidak mau meminta sahabatnya itu untuk membebaskan dia dari hukuman mati. Dan banyak hal lain yang menunjukkan kalau Pullo adalah seorang sahabat, entertainer sekaligus petarung sejati.
- Lucius Vorenus, Koleris dominan ditambah sedikit melankolis? Seorang idealis. Saat dimana dia harus mengesampingkan idealismenya demi membantu sahabatnya - Pullo, adalah sebuah saat yang cukup emosional. Cukup banyak juga para penggemar film ini yang mengatakan bahwa scene inilah scene terfavorit mereka (termasuk aku).
Sekuel serial Rome tahun 2011 memang layak untuk ditunggu.
Image credit: http://www.roma.rai.it
Labels: film, opini, santai, sejarah, tautan
posted by: marisi @ 9:10 PM


<< Home