Sunday, December 04, 2011
Penutup Akhir Pekan
- Akhirnya Herman Cain menghentikan kampanyenya. Sebenarnya aku sudah tahu tentang hal ini sekitar jam 3 pagi tadi. Pikiran masih terlalu kusut untuk bisa berkomentar apa-apa. Satu hal yang jadi pembelajaran bagiku selama ini (khususnya selama aktif di Internet) adalah untuk tidak berusaha berkata/menulis atau mengambil keputusan apapun kalau kepala lagi panas. Kadang kalau kita tetap memaksakannya, kita akan mengatakan apa yang sebenarnya dalam keadaan normal tidak akan kita katakan. Atau mungkin akan mengambil keputusan yang kedepannya akan kita sesali. Lebih sayang lagi, banyak orang akan mulai menghakimi dan mengukur karakter orang lain hanya dengan bermodal insiden sekecil apapun itu & biasanya orang-orang yang suka menghakimi dengan senang hati akan melakukannya secara subjektif. Been there.
Kembali ke Herman Cain, sepertinya Herman Cain mengetahui betapa pentingnya dukungan seorang istri dalam menjalani sisa kampanye ini apalagi jika memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS. Sang istri kayaknya sudah tidak sanggup lagi menghadapi isu-isu permainan sayap kiri ini (pembunuhan karakter). Selain itu, Herman Cain juga sudah mulai kehilangan sedikit demi sedikit dukungan dari kubu Republikan. Ok, mungkin banyak dukungan itu hilang bukan hanya karena isu-isu murahan itu (ditambah lagi isu selingkuh baru akhir-akhir ini dan dituduhkan, tidak heran, tidak jauh-jauh dari ketika Herman Cain bekerja di NRA). Sepanjang yang aku ketahui, ada beberapa isu-isu lain yang menurutku tidak terlalu signifikan karena toh tidak mungkin berharap memiliki seorang calon Presiden yang tahu segalanya dari A-Z. IMHO, yang penting itu adalah karakter kepemimpinannya. Dengan bermodal kepemimpinan, toh nanti bisa memilih orang-orang yang tepat dibidangnya. Yang berbahaya itu kalau memilih orang hanya karena "karakter superficial" dan mengutamakan pencitraan mereka saja yang kalau ditelaah lebih dalam, sangat pantas untuk dipertanyakan. Aku yakin orang-orang di AS sana sudah lebih bijak dalam berpolitik, mengolah informasi dan mengambil keputusan.
To be fair juga, memang perlu untuk diketahui juga, usaha Herman Cain dalam menghadapi tuduhan-tuduhan ini "cukup buruk" dan tidak maksimal. Bagi orang yang tidak terbiasa dengan politik apalagi politik kotor, mungkin butuh tenaga dan usaha ekstra dalam menghadapi kejadian-kejadian semacam ini. Lain halnya dengan sayap kiri yang sudah terbiasa bermain kotor, mereka pasti lebih berpengalaman dalam menghadapi hal ini karena lebih paham langkah-langkahnya.
- Media busuk dan hipokrit kiri kembali menyerang dan sayangnya, menang. Mundurnya Herman Cain membuat pengetahuanku tentang busuknya media dan politikus sayap kiri (khususnya di AS sana) semakin bertambah & menguat. Selain itu, khusus di AS sana sudah mulai bangkit kembali sisi-sisi konservatif yang selama ini nggak jelas rimbanya. Which in this case adalah suatu hal yang baik dan positif.
- Siapa lagi calon yang pantas & bagaimana kelanjutannya?
Look at it this way. A man takes a job, you know? And that job - I mean, like that - That becomes what he is. You know, like - You do a thing and that's what you are. --Wizard (Taxi Driver)
Update:
- 201104121924: Menambah kalimat dibagian akhir bagian: Media busuk dan hipokrit kiri kembali menyerang dan sayangnya, menang. Supaya tidak ambigu.
Labels: freespeech, opini, politik
posted by: marisi @ 7:05 PM



<< Home